Kompetisi skala nasional yang berlangsung pada 9–12 Mei 2026 ini digelar di GOR C-Tra Arena, Kota Bandung, dan diikuti oleh atlet-atlet karate terbaik dari berbagai Pengurus Provinsi (Pengprov) FORKI serta perguruan karate seluruh Indonesia.
Yehezkiel yang turun di nomor Senior Kata Beregu Putra, berhasil tampil solid dan kompak bersama timnya. Di hadapan para juri nasional dan penonton yang memadati tribun GOR C-Tra Arena, mereka menyuguhkan gerakan Kata yang penuh presisi, kekuatan (power), dan sinkronisasi yang tajam, hingga akhirnya sukses mengamankan podium ketiga.
? Bersaing Ketat di Tengah Atlet Elit Nasional
KEJURNAS Karate Piala Ketum PB FORKI IV merupakan salah satu barometer tertinggi prestasi karate di tanah air. Turnamen ini menjadi ajang unjuk gigi bagi para atlet elit untuk masuk ke dalam radar pemusatan latihan nasional (Pelatnas). Oleh karena itu, persaingan di nomor Senior Kata Beregu Putra berlangsung sangat ketat sejak babak awal.
Keberhasilan Yehezkiel meraih Juara 3 membuktikan bahwa kualitas teknik dan mental bertandingnya berada di jajaran atas karateka nasional. Prestasi ini kian istimewa karena diraih di tengah kesibukannya sebagai mahasiswa Program Studi Informatika yang dikenal memiliki jadwal perkuliahan dan praktikum yang padat.
"Kami sangat bangga dan mengapresiasi tinggi capaian yang diraih oleh Yehezkiel Tampanatu Rotty. Menjadi juara di tingkat nasional seperti Kejurnas PB FORKI bukanlah perkara mudah. Ini adalah buah dari disiplin tinggi, kerja keras, dan mentalitas juara yang tertanam dalam dirinya."
— Ketua Program Studi Informatika S1 Universitas Teknologi Digital
? Keseimbangan Antara Teknologi dan Olahraga
Keberhasilan Yehezkiel ini menjadi bukti nyata dari visi Universitas Teknologi Digital dalam mencetak generasi muda yang unggul secara holistik. Kampus tidak hanya mendorong mahasiswa untuk menguasai ilmu teknologi digital dan coding, tetapi juga mendukung penuh pengembangan minat, bakat, dan karakter melalui jalur non-akademik.
Yehezkiel membuktikan bahwa dunia informatika yang identik dengan logika dan layar komputer, dapat berjalan beriringan secara harmonis dengan dunia olahraga karate yang mengandalkan fisik, disiplin, dan ketangkasan.